Kalau Kau Mendengarnya

Rinai hujan masih memainkan nada-nada yang sama
Terkadang hanya sekilas menyapa..sekedar menghapus jejak samar yang tertinggal
Seperti juga embun yang bergulir pelan seolah enggan melepas kecupan ilalang
Hingga mentari membiasnya dalam bayang-bayang
Pun elang laut masih menentang langit dengan angkuhnya
Keangkuhan yang tak mampu tertepis oleh serasa kehilangan
Meski dalam lukanya

Lalu apakah terdengar ironis, jika
Senja tak pernah sama setelah hari itu seiring symphoni malam yang makin sayup
Dan apakah kau tau..
Rembulan yang tergapai dalam serpih kliauan danau di balik pagar berduri itu telah
sempurna?
Mungkin kau tau..tapi akankah aku tau kau menyadarinya?

Elang luka ini telah kembali mengepakkan sayap
Menyanggah segala sakit dan bersandar pada tongkat egonya
Saat kau berlalu dari sisi tertinggal sebuah harap
Dia hanya punya sayap dan angin untuk terbang
Tak lagi seorang teman

Kini untuknya mungkin semua tak lagi sama
Bahkan tak juga hujan dan rembulan diatas air sana
Mungkin hanya sebuah momentum kehilangan yang kian memudar
Atau apa kini egokah yang bicara??
Terserah..

August 2006
0 Responses

Thanks for leaving comment..