Enam Hari, Lima Kota, Empat Anak Manusia

Perjalanan kali ini bisa saya bilang semacam win-win solution. Win untuk saya yang bisa menghabiskan seminggu di jalanan di tengah-tengah status saya sebagai anak pingitan. Win untuk orangtua saya yang tahu anak perempuannya hanya akan berkeliaran di “seputaran” rumah mereka. Yap, karena memang trip kali ini saya tidak akan melenceng jauh dari Jawa Tengah, propinsi di mana saya lahir dan dibesarkan. Meskipun menghabiskan 18 tahun pertama hidup saya di propinsi ini, saya cukup buta Jateng. Catatan perjalanan saya di sini tidak pernah beranjak dari rute bis antara rumah orangtua dan kos-kosan di Jogja yang saya tempuh sebulan sekali. Itu pun lebih sering saya habiskan dengan mata terpejam alias tidur.
Meskipun hanya di Jawa Tengah, saya cukup detail merancang leg demi leg perjalanan ini. Ternyata propinsi ini tidak kecil. Itinerary original saya yang meliputi Karimunjawa, Purwadadi, Semarang, Magelang, Solo, Jogja, dan Dieng menghabiskan tidak kurang dari 9 hari perjalanan. Kendala terbesar ada di transportasi, karena ada beberapa mode transportasi yang tidak regular tiap hari dan kebanyakan saya membatasi pergerakan untuk berpindah kota di siang hari.
Tadinya perjalanan ini lebih berupa single trip, meskipun di beberapa kota akan ada beberapa teman yang bergabung. Ternyata, hanya dengan satu kalimat di reuni SMA, umpan trip ini disambar oleh beberapa teman, meskipun hanya 1 yang bergabung dari awal perjalanan. Maka setelah tambal sulam itinerary, pilah-pilih tujuan dan pergantian personil, perjalanan selama enam hari dari Selasa – Minggu, mengunjungi lima kota Semarang bawah, Kab. Semarang, Solo, Jogja, Wonosobo, serta empat rekan perjalanan ini pun dimulai.
PS.   Numpang mohon didoakan supaya ga macet di tengah jalan nulisnya. ^^
PSS. Baru sekali ini catper berhari-hari travelling terlengkapi. What a record!


***
0 Responses

Thanks for leaving comment..