|
Eh, fitnah! Siapa bilang saya pernah mendaki di gunung Kinabalu? Disclaimer dulu deh sebelumnya, saya belum pernah sekali pun berkesempatan mendaki gunung tertinggi di pulau Kalimantan ini. Ingat! Gunung tertinggi di pulau Kalimantan, bukan di Asia Tenggara (peluk haru puncak Carstensz Pyramid di Jayawijaya). Ini hanya catatan kecil seorang bebal nan keras kepala yang penasaran bin tertantang untuk melawatkan kakinya ke Low’s Peak. Eh ya, meskipun namanya ada Low-nya bukan bearti puncak setinggi 4.095 meter di atas permukaan laut ini rendah-rendah saja. Nama puncak gunung Kinabalu ini diambil dari nama seorang pendaki berkebangsaan British, Sir Hugh Low yang konon katanya merupakan orang pertama yang menginjakkan kaki di sana pada tahun 1858.
ENTRANCE FEE
Untuk mendaki gunung ini terbilang gampang-gampang susah. Lebih banyak gampangnya dari pada susahnya. Tentu saja kalau saya bandingkan dengan mendaki Semeru misalnya. Pernah ke Semeru Na? Err..kaga, tapi kan tahu cara pakai Google *hopeless*. Jadi gini, berdasarkan googling saya tentang pendakian di Kinabalu selama hampir 3 tahun ini, terutama dari catatan-catatan perjalanan para pendaki gunung dari Indonesia, saya mendapatkan kesimpulan bahwa Kinabalu adalah pendakian yang cukup mudah.
Kenapa mudah? Tanpa bermaksud mengecilkan pendakiannya sendiri (kecup-kecup Low’s Peak), di sini seorang pendaki tidak perlu memikirkan urusan logistik, tidak perlu membawa tenda atau sleeping bag, tidak bingung memutar-mutar kompas mencari rute pendakian, dan tidak perlu mengkhawatirkan perut yang kelaparan. Terus tidurnya di mana? Ada sebuah penginapan di atas ketinggian 3000 meter di sana yang menyediakan segala hal termasuk supper dan air panas untuk mandi. Belum lagi tersedianya porter dan guide yang jelas memastikan pendaki di sini tidak perlu rempong membawa carrier, yang saya percaya isinya tidak lebih dari sehelai jaket dan sepasang baju kering plus sebuah kaos kaki cadangan, naik ke atas. Kurang apa coba? (Err...partner misalnya Na? *nangis di pojokan*)
Kenapa mudah? Tanpa bermaksud mengecilkan pendakiannya sendiri (kecup-kecup Low’s Peak), di sini seorang pendaki tidak perlu memikirkan urusan logistik, tidak perlu membawa tenda atau sleeping bag, tidak bingung memutar-mutar kompas mencari rute pendakian, dan tidak perlu mengkhawatirkan perut yang kelaparan. Terus tidurnya di mana? Ada sebuah penginapan di atas ketinggian 3000 meter di sana yang menyediakan segala hal termasuk supper dan air panas untuk mandi. Belum lagi tersedianya porter dan guide yang jelas memastikan pendaki di sini tidak perlu rempong membawa carrier, yang saya percaya isinya tidak lebih dari sehelai jaket dan sepasang baju kering plus sebuah kaos kaki cadangan, naik ke atas. Kurang apa coba? (Err...partner misalnya Na? *nangis di pojokan*)
OK, fokus. Tadi itu bagian mudahnya. Sulitnya? Sebagai pemilik kedaulatan atas tanah Sabah, Malaysia menerapkan kuota yang terbatas setiap harinya. Kuota ini dibatasi dengan cara tidak memperbolehkan camping di gunung ini. Satu-satunya cara untuk mendaki di gunung Kinabalu adalah dengan memesan kamar di satu-satunya penginapan di atas, Laban Rata (sebetulnya ini lebih berupa komplek penginapan dengan bangunan penginapan dalam satu manajemen, untuk sederhananya saya sebut saja yang paling terkenal). Satu kesulitan jelas. Hal tersebut masih diperparah dengan dominasi agen-agen perjalanan yang melakukan mass reservation jauh di muka. Maka jangan heran, mungkin saja sudah tidak lagi mungkin untuk melakukan reservasi pendakian untuk dua bulan ke depan.
Halangan kedua adalah, dengan segala fasilitas tersebut didukung manajemen penginapan di gunung Kinabalu yang dimonopoli, masalah dana. Pendakian di sini mahal Jendral! Sebagai gambaran, awal tahun 2010 tawaran termurah yang datang ke saya dari seorang agen menyebutkan angka MYR 880.00. Harga itu untuk pendakian dua hari satu malam, termasuk transport pergi pulang KK - Kinabalu Park. Padahal rumor yang beredar di internet banyak menyebutkan saat ini pendakian hanya diperbolehkan 3D2N, berati lebih dalam lagi kocek yang harus dirogoh.
Tapi apa iya harus selalu melalui agen perjalanan? Masa iya seorang yang mengaku backpacker harus bermanja-manja diantar-jemput tinggal duduk manis? Apakah mungkin untuk merencanakan sendiri pendakian di gunung Kinabalu? Mencoba ngeteng di KK? Hunting tempat tidur murah di depan park? Melakukan kontak sendiri dengan pihak Laban Rata? Bisa tentu saja.
· Rencanakan pendakian jauh-jauh hari
Seberapa jauh? Setahun? Tidak perlu seekstrim itu, delapan bulan cukup *ditendang ke Timbuktu*. Menurut agen yang saya kenal, biasanya agen perjalanan akan mulai melakukan advance mass booking enam bulan di depan. Jadi karena kita harus berlomba dengan mereka, ada baiknya rencanakan pendakian setidaknya 6 bulan ke depan.
· Pesan tempat di Laban Rata
Ini adalah bagian yang sangat krusial. Pemesanan di sini menentukan boleh atau tidaknya kita mendaki. Pemesanan bisa dilakukan dengan 2 cara, lewat reservation website atau dengan cara konvensional, kontak langsung ke Sutera Sanctuary Lodge sebagai manajemen akomodasi di gunung Kinabalu. Keuntungannya, karena pembayaran dilakukan dengan kartu kredit online, hanya diperlukan deposit sebanyak 10%, sisanya dibayarkan saat kedatangan. Kelemahan pemesanan melalui website adalah minimal 2 malam. Mungkin ini juga yang menyebabkan rumor beredar di internet bahwa hanya diperbolehkan 3D2N. Update harga di website terbaru, untuk pendakian Mei 2012 selama 3D2N via Timpohon menyentuh harga MYR 1,746.00.
Saya sendiri akhirnya (untuk ke tiga kalinya) memutuskan untuk mengirim email ke Singapore Sales Office, dengan pertimbangan kepraktisan. Mereka cukup responsif dalam menjawab email. Awalnya mereka akan menawarkan 3D2N, tapi cobalah tanya paket untuk 2D1N saja dengan segala alasan, mereka akan menawarkan penginapan semalam dengan harga separo harga 3D2N. Quotation terakhir yang saya terima dari SSO menyebutkan angka SGD 205,00.
Kantor-kantor perwakilan mereka bisa dilihat di sini. Kelemahan dari kontak konvensional adalah jika tidak ada perwakilan di kota Anda. Repot. Karena mereka akan meminta Anda mengisi formulir data kartu kredit Anda lengkap dengan CCV. Bisa tidak tidur sebulan penuh mikirin nasib kartu kredit yang bocor kan kalau begitu?
Semua paket yang saya sebutkan di atas adalah untuk penginapan dan full meal.
--> 3D2N Package meliputi:
- Accommodation Arrangement:
1 x night stay at Hill Lodge x 1 unit ( Private)- Kinabalu Park 1 x night stay at Laban Rata Dormitory bed (Sharing basis)
- Meal arrangement:
· Day 1 - 1 x Buffet Dinner at Balsem Cafe – Kinabalu Park
. Day 2 - 1 x Breakfast and 1 x Packed Lunch from Balsam Restaurant –Kinabalu Park , 1 X Dinner at Laban Rata Restaurant
. Day 2 - 1 x Breakfast and 1 x Packed Lunch from Balsam Restaurant –
· Day 3 – 1 x Supper and 1 x Breakfast at Laban Rata Restaurant, 1 x Lunch at Balsam Cafe – Kinabalu Park
--> 2D1N Package meliputi:- Accommodation Arrangement:
1 x night stay at Laban Rata Dormitory bed (Sharing basis)
- Meal arrangement:
· Day 1 - 1 x Packed Lunch from Balsam Restaurant – Kinabalu Park , 1 X Dinner at Laban Rata Restaurant
· Day 2 – 1 x Supper and 1 x Breakfast at Laban Rata Restaurant, 1 x Lunch at Balsam Cafe – Kinabalu Park
· Cari tempat menginap di seputaran Kinabalu Park untuk malam sebelum pendakian.
Selain untuk membiasakan tubuh kita terhadap ketinggian, cara ini terbukti ampuh untuk menghemat biaya transport. Ada banyak bungalow/hostel di depan pintu masuk Kinabalu Park dengan tarif antara MRY 15 per bed sampai MYR 80 per kamar. Tinggal pilih tergantung keperluan. Dan jangan kuatir, meskipun murah meriah, pada umumnya mereka juga menyediakan air panas untuk mandi.
· Check waktu keberangkatan bis dari dan ke arah Kinabalu Park
Kalau kebetulan perjalanan diawali dari Kota Kinabalu, semua bis menuju ke Tawau/Ranau/Kundasang akan melalui Kinabalu Park. Tapi pastikan saja Anda menyebut hendak turun di Kinabalu Park pada kondektur bis untuk menghindari kelebihan bayar dan terbawa sampai Tawau. Tarif terakhir tahun 2009 sekitar MRY 20, dan saya rasa tidak banyak berubah sampai sekarang. Hmm..kalau tidak salah awal 2010 saya bahkan sempat menumpang sedan pribadi turun dari Kinabalu Park ke KK dengan tarif MYR 15.
Perjalanan dari KK ke Kinabalu Park akan ditempuh selama 2 jam. Bis pertama meninggalkan KK sekitar pukul 7 pagi. Dengan asumsi perjalanan lancar, paling cepat akan sampai di Kinabalu Park pukul 9. Sangat tidak dianjurkan karena sesampainya di sana kita masih harus mengurus administrasi. Jika ingin berangkat lebih pagi jalan satu-satunya adalah menyewa kendaraan pribadi yang bisa mencapai MYR 100/mobil. Itu mengapa saya anjurkan untuk menginap di atas malam sebelumnya. Jadi Anda bisa bertolak dari KK dengan bus sore hari.
· Bawa uang tunai secukupnya
Seberapa cukup? Relatif sebetulnya. Tapi karena ini bukan all in package, maka ada beberapa biaya lagi yang harus dikeluarkan sesampainya di park meliputi, climbing permit, guide, porter (optional), dan tiket masuk park.
Berikut adalah daftar harga terakhir yang saya dapatkan dari SSL.
ENTRANCE FEE
Malaysian Non-Malaysian
RM 3.00 per person (Adult) RM 15.00 per person (Adult)
RM 1.00 per person (Below 18 years) RM 10.00 per person (Below 18 years)
CLIMBING PERMIT
Malaysian Non-Malaysian
RM 30.00 per person (Adult) RM 100.00 per person (Adult)
RM 12.00 per person (Below 18 years) RM 40.00 per person (Below 18 years)
CLIMBING INSURANCE RM 7.00 per person
TRANSPORTATION (OPTIONAL)
Via Timpohon Gate
1 – 4 persons (1 Mt. Guide) RM 16.50 per way
5 persons & Above (1 Mt. Guide) RM 4.00 per person
Via Mesilau Trail
1 – 6 persons (1 Mt. Guide) RM 85.00 per way
7 persons & Above (1 Mt. Guide) RM 15.00 per person
MOUNTAIN GUIDE FEE
Total Climbers | Timpohon / Peak / Timpohon | Timpohon / Peak / Mesilau | Mesilau / Peak / Mesilau |
1 – 3 Climbers | RM 85.00 per trip | RM 95.00 per trip | RM 95.00 per trip |
4 – 6 Climbers | RM 100.00 per trip | RM 115.00 per trip | RM 120.00 per trip |
PORTER FEE (OPTIONAL)
Timpohon / Timpohon | Mesilau / Timpohon | Mesilau / Mesilau | |
To Laban Rata | RM 80.00 / trip (10 kg) | RM 90.00 / trip (10 kg) | RM 102.00 / trip (10 kg) |
To Sayat-sayat | RM 94.00 / trip (10 kg) | RM 100.00 / trip (10 kg) | RM 114.00 / trip (10 kg) |
To | RM 102.00 / trip (10 kg) | RM 114.00 / trip (10 kg) | RM 124.00 / trip (10 kg) |
· Maximum weight is 10 Kgs and additional weight will be charged base on daily rate Per Kg.
CERTIFICATE (OPTIONAL)
RM 10.00 | |
Laban Rata | RM 1.00 |
RM 2.00 |
Ok, apalagi yang kurang? Sepertinya hanya itu saja. Untuk detail yang lain seperti peralatan pendakian dan kesiapan fisik dan mental, sepertinya bukan porsi saya untuk mengulas. Well, delapan bulan lagi mungkin, tapi tidak sekarang #NgasihKode.
Sebentar, tadi saya ada menyebutkan bahwa saya googling ini selama 3 tahun kan ya? Lebay? Jelas bukan. Karena kalau Anda pembaca blog ini, atau sekedar tahu saya 3 tahun ini pasti tahu berapa kali saya berkunjung ke Kota Kinabalu hanya untuk menatap pucuk-pucuk gunung Kinabalu dari kejauhan *ganti nangis di bawah bantal*. Seperti di akhir Juni 2009 misalnya, juga saat Good Friday 2010 dan setelah ketidaksengajaan di penghujung Oktober 2010, atau sekedar self-gift di awal July tahun ini. Menulis ini saya merasa antara menjadi seorang pelancong yang sangat tertarik dengan KK, atau seorang psycho tourist yang sedang menguntit idolanya. *dang*
Selfnote, Kinabalu seperti saya sering bilang, tidak hanya melulu urusan gunung dan menjamahkan kaki ke puncaknya. Ada banyak hal yang bisa dieksplorasi di seputaran Kota Kinabalu jika tidak berkesempatan ke atas. Namun, kalau sampai kunjungan kelima belum juga berkesempatan, itu si namanya kelewatan!
PS: Silakan kunjungi link-link di atas untuk keterangan lebih lanjut tentang Kota Kinabalu
Eduuunnn .. Komplit byangeeettt .. @_@
Ntar, Mba, nabung2 dulu lagi ..
Semangattt .. :)
berangkat bulan Juni ini ya?sendirikah?
@siscapucino56: Berangkat tgl 17 May kemarin. :)
thank's infonya. insya allah mei 2013 berangkat..
@Hilman: Sama-sama. Salam untuk Low's Peak. :)