|
Diakui atau tidak, menginap di bandara itu membutuhkan sedikit nyali dan banyak
seni. Apalagi kalau bicara tentang menginap di Cengkareng. Untuk teman-teman
backpacker atau orang-orang yang memilih berpergian dengan gaya budget minimum,
stay di airport tentu adalah hal yang biasa saja.
Tapi coba saja sebut rencana
overnight gaya Tom Hanks di film Terminal ini pada random people di sekeliling
Anda. Mulai dari kerutan kening, sampai tatapan “Are you sure?” pernah saya
dapatkan, termasuk dari boss saya Jumat malam itu. Apalagi kalau bandara itu
ada di salah satu negara ketiga seperti yah..negara kita. Jangankan kursi malas
untuk tiduran atau kursi pijat untuk melonggarkan kaki yang pegal selama
menunggu (seperti banyak bertebaran di Changi), kemewahan seperti
menyelonjorkan kaki sambil tidur ayam saja sulit untuk didapatkan.
Tips untuk kalau terpaksa tinggal semalam di Cengkareng, cobalah terminal 3.
Terminal baru ini secara arsitektur cukup sangat berbeda dari 2 terminal
sebelumnya. Dibangun dengan gaya minimalis, terminal ini cukup menyenangkan
terutama jika Anda phobia dengan ruangan beratap rendah dan toilet busuk
seperti banyak bangunan terminal di Cengkareng. Ada juga coffee shop dan
convenience store yang buka sampai pagi.
Dan yang paling utama, di terminal
ini, di area keberangkatan (sebelum imigrasi dan boarding lounge) ada sejumlah
besar sofa empuk yang bisa digunakan sebagai tempat tidur. Kalau belum check
in, bagaimana cara masuk area keberangkatan? Jadi, agak beda dengan terminal
yang lain, di terminal ini, kita bisa masuk ke area keberangkatan melalui gate
kedatangan (untuk para penjemput). Tinggal masuk, scan barang bawaan, trus naik
ke lantai 2. Dua jajar sofa akan menyambut Anda dan kantuk Anda di sana.
Persiapkan saja kaus kaki tebal (atau pakai saja sepatu kets) karena AC di
dalam luar biasa dingin. Kalau perlu charging electronic device (yang sudah
merupakan kebutuhan primer jaman sekarang) jangan khawatir, puluhan stop kontak
siap melayani.
Memang bisa tidur? Ah maaf, pertanyaan itu sedikit tidak tepat kalau ditanyakan
ke saya, karena saya hanya tidak bisa tidur kalau matanya tidak merem.
permasalah utama kalo tidur di terminal 3 memang AC-nya yang super dingin.. pernah cuma ngobrol-ngobrol sama temen di cafe-nya sampe jam 12 malam aja udah nggak tahan sama dinginnya.. hehe
@Tri: Bener..bener... akhirnya saya saja tengah malam memutuskan keluar dari gedung dan memilih tidur di luar karena ga tahan dingin. Hehehe...
3x nginep di Soetta, tp blm pernah di terminal 3-nya. *dudul!
Tapi modal beli minuman segelas sudah bisa tidur nyenyak jg kok di kafe2 24jam di situ :p