How Owl Are You?

Sejak tidak lagi tinggal dengan orang tua, pulang ke rumah ketika jarum jam menunjukkan angka kecil tidak lagi sesuatu yang asing buat saya. Bahkan ketika masih di kos di salah satu sudut Gejayan, saya sering keluar rumah pukul 1 pagi dan pulang ketika adzan Subuh berkumandang. Waktu yang lebih seringnya saya habiskan di warung internet sebelah  kos. Maklumlah sebagai anak kuliahan, happy hour internet sangat membantu menjaga saldo jatah bulanan. Ketika pindah ke Batam, hobi begadang dan internetan saya pindah ke kantor. Ditunjang dengan keberadaan late night transport untuk karyawan yang bekerja shift, saya sering baru meninggalkan cubicle saya  setengah jam sebelum tengah malam..
Sekarang, saat akses internet bisa saya lakukan di mana saja, hobi keluyuran saya punya tujuan yang lebih beragam. Entah untuk nonton film di bioskop, night photo hunting atau sekedar bengong kongkow-kongkow dengan beberapa teman di city area membicarakan apa saja yang bisa dibicarakan. Sayangnya, di negara ini, saya harus menyesuaikan dengan jadwal transportasi umum jika tidak mau merogoh kocek lebih dalam untuk taksi. Bodohnya, kadang tidak seorang pun dari kami yang tahu pukul berapa last transport dari tempat kami berada saat itu. Alhasil, tidak sekali dua kali kami, saya dan teman-teman, harus berlari-lari mengejar last train atau last bus. Padahal kalau saja kami tahu timing pastinya, kami tidak perlu setergesa itu. Mengingat, di sini, jadwal transportasi umum sangat bisa diandalkan hingga ke hitungan menit.
Seperti misalnya minggu lalu, saya dan dua orang teman “terpaksa” harus mengambil last train dari Raffles Place. Beruntung untuk saya dan seorang teman, kami berdua tidak perlu berganti train karena station tujuan kami ada di jalur merah. Sedangkan seorang teman lagi, mau tidak mau harus berganti train di Dhoby Ghaut untuk beralih ke jalur ungu. Ketika saya mencoba mencari informasi di SMRT website, saya tidak bisa mendapatkan jadwal untuk jalur ungu. Belakangan saya baru sadar, jalur ungu berada di bawah naungan SBS Transit. Apa mau dikata, teman saya hanya bergantung pada keberuntungan ketika memutuskan untuk berganti train di Dhoby Ghaut. Well, “sayangnya” keberuntungan ada di pihaknya. ^^’
Untuk akhir pekan, pilihan tidak hanya jatuh pada train, karena ada bus service dari city yang beroperasi setelah tengah malam. Tapi karena tidak semua bus melewati city area yang sama, terkadang ada saja dari kami yang harus “tebak-tebak buah manggis” ketika memutuskan bus stop terdekat mana yang dilalui bus ke arah rumah masing-masing.
Untuk itu saya iseng membuat table ini. Sebenarnya, data ini bisa dengan gampang diakses di SMRT atau SBS Transit website. Tapi, ketika saya hanya punya waktu 2-3 menit untuk memutuskan, saya lebih memilih punya one stop table yang bisa saya akses dari mana saja daripada harus berfikir apakah jalur train ini kepunyaan SMRT atau SBS Transit.
So, how owl are you?
Last Train Timing*


Night Rider and Night Owl*

* Click to enlarge the table
** Source from SBS Transit and SMRT website.
0 Responses

Thanks for leaving comment..