Bird Park - Ketika Bird Park Tak Lagi [Hanya] Tentang Burung

Saya bisa dibilang cukup jarang merekomendasikan tempat ini ke teman-teman backpacker jika mereka berkunjung ke Singapore. Selain karena tempat ini berbayar, saya selalu berfikir bahwa "Eh ya apa kaga salah orang ke Singapore disuruh liat burung?". Maklumlah, image Singapore buat kebanyakan orang kan pulau dengan taburan kotak korek api yang identik dengan Sentosa, Merlion, Marina Bay Sand, Esplanade atau yang paling gress Universal Studio Singapore -yang saya belum ada minat untuk mencobanya-.
Padahal Jurong Bird Park (JBP) ini, menurut saya, cukup worth untuk dikunjungi. Terbukti dari kunjungan saya minggu lalu adalah kunjungan keempat. (Ya Na..itu mah sindrom akut lo aja seperti Tioman 3 kali, Kinabalu 4 kali atau Pat.. -Itu rumah ortu oey!!-). Saya pribadi kalau diminta memilih JBP atau Singapore Zoo (bukan Night Zoo, karena saya belum pernah pergi), saya lebih memilih ke JBP. Alasannya? Di JBP binatangnya lebih aktif Jendral! Saya pernah sewot di zoo karena melihat cheetah (iya cheetah.. yang katanya binatang tercepat di muka bumi itu) lebih memilih tidur daripada menunaikan kewajibannya memuaskan hasrat saya memotret mereka ketika berkeliling kandang. Atau si gondrong Singa raja hutan yang asyik duduk bengong sambil berusaha menghindari (literally, menggerakkan kepala agar tidak kena) daging ayam yang dilemparkan ke padanya (Hello, you call yourself Lion?). Jujur, itu turn me down (halla..diksinya lho..). Sedangkan di JBP, mana ada kita temui burung bergelung di kandang sambil menjilat-jilat bulu ekornya (fokus Na, itu burung, bukan kucing!). OK, mungkin ini masalah selera dan sentimen pribadi saya saja.
Sebetulnya, meskipun saya bilang saya lebih suka ke JBP, jusru rekor ke zoo 4 kali saya sudah pecah awal Mei lalu. Maklumlah, 3 kali yang pertama kan gratisan hasil jual diri dari U*AC. Duh jadi kangen jatah gratisan U*AC -abaikan kalimat ini-.
Kembali ke cerita tentang JBP. Tiket masuk JBP ini, sama seperti zoo dan night zoo, adalah S$18. Itu berlaku sehari penuh dan multiple entry. Jadi misal masuk jam 9 pagi lihat penguin feeding, terus memutuskan untuk sarapan di Boonlay (yang kata teman saya nasi lemaknya enak -iklan terselubung-), terus selesai sarapan jam 11 balik JBP liat Bird and Buddies show, terus makan siang di resto Minang Lucky Plaza Orchard (ngiler ngebayangin dendeng batokok), trus jam 4 nyampe JBP lagi ngepasin sama King of the Skies show. Bisa-bisa saja si. #ItinerarySesat #DontTryThisAnywhere
OK, kali ini serius. Berhubung saya sudah 4 kali (penting banget ini informasi sampai harus diulang-ulang), berikut adalah tips yang bisa saya bagikan.
1. Sediakan waktu sehari penuh.
Sehari yang saya maksud di sini adalah dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam. Kenapa jam 7 pagi? Karena kecuali Anda menginap di Boonlay (atau other western country side), perjalanan menuju JBP sendiri memakan waktu hampir 2 jam (yeah, siapa bilang Singapore kecil?). Dan bisa bertambah jika start dari eastern side, Tampines misalnya (lirik tetangga). Dua jam itu plus minus sama sarapan, yang sangat-sangat saya anjurkan. Dan karena jam buka JBP itu 8.30, jadi kalau saya bilang dari jam 5 pagi nanti bukan mampir sarapan dong, tapi mampir shalat Subuh.
Terus kenapa jam 7 malam? Yah, itu si estimasi saja, karena show terakhir selesai pukul 16.30. Boleh ga si kalau datang jam 3 sore gitu? Ya, berhubung ini bukan jam masuk kantor, ya boleh-boleh saja. Toh ticketing buka sampai jam 17.30. Masalahnya, sayang dong itu 18 dollar! Sebagai gambaran, minggu lalu adalah rekor terpagi saya di JBP. Berangkat dari rumah jam 8 pagi, sampai JBP jam 10, keluar JBP jam 5 sore. Dan itu pun kami melewatkan House of Darkness dan Heliconia Walk.
2. Bawa banyak-banyak air minum.
Kecuali Anda maniak carbonate softdrink, saya sarankan untuk membawa sendiri air minum. Karena meskipun di dalam banyak vending machine, hanya tersedia Coca-Cola, Sprite, Coke. Itu pun S$3 sebotol! Minggu kemarin saya cukup tersiksa karena kenyataan pahit tersebut. Hanya membekali diri minum ice lemon tea di Burger King pas sarapan, saya berhaus ria sampai pukul 3.30, ketika makan siang -yang terlambat-. Tidak tanggung-tanggung 2 gelas light lemonade dingin dan 1 botol air mineral 600ml ludes saya tenggak dengan diiringi kerutan kening dari teman saya. Haus Mbak?
3. Check itinerary
Itinerary di sini adalah itin selama di JBP. Ada beberapa pertunjukan dan feeding di jam-jam dan tempat tertentu. Maka jika tidak ingin melewatkan pertunjukan dan feeding, pastikan saja Anda berada di tempat dan di waktu yang tepat. Cara memastikannya? Pertama, pastikan Anda mendapatkan peta dari petugas di loket ketika membeli tiket awas copet. Di peta itu (yang tampak seperti di bawah ini tapi lebih lengkap dan lebih bisa dibaca tentunya) ada detail jadwal show dan feeding. Nah, tinggal sesuaikan saja dengan waktu kedatangan Anda.

4. Tinggalkan high heels, pakai baju casual dan bawa baju ganti
JBP tidak seluas zoo. Tapi percayalah, tetap bukan area yang nyaman untuk dikelilingi dengan high heels. Jangan lupa baju ganti, maklumlah, di mana-mana yang namanya burung kan sama, suka bereksperimen mencoba toilet di mana saja, termasuk di baju Anda.
5. Bawa tissue basah secukupnya
Implikasi logis dari kejadian di nomer 4 adalah kemungkinan jackpot dari si burung jatuh di kepala Anda, jadi sedia tissue basah sebelum hujan tidak akan menyakiti siapapun.
6. Tentukan maksud dan tujuan
PS: Ini general tips. Silakan diapplikasikan dalam kehidupan Anda sehari-hari.
Khusus untuk yang berhubungan dengan JBP, tips ini tentu saja berlaku untuk kunjungan kedua dan seterusnya. Karena jika sama sekali belum pernah ke JBP, maksud ke sana pasti lihat burung dong?!? *Err*
Gini lho..suka foto-foto? Suka memfoto ato difoto? Suka foto orang, burung, atau burung diri sendiri? Kenapa? Karena eh karena itu menentukan area di JBP yang harus menjadi prioritas Anda. Saya bilang prioritas, karena kalau Anda punya banyak waktu untuk berkeliling ke semua tempat ya hajar saja.
  • - Suka (dan mampu -camkan itu!!-) foto burung terbang.
Jangan lewatkan Bird and Buddies dan King of the Skies Show. Di sini lensa camera akan dimanjakan oleh penampakan sayap-sayap burung yang mengepak indah. Juga jangan lupa mampir ke Pelican feeding. Tidak hanya bisa mengcapture bukaan lima, tarik nafas mulut mereka ketika menangkap ikan di air, namun juga aksi mereka ketika mendarat cantik di air. Warning: jaga pipi Anda baik-baik (korban tampar sayap Pelican-red).
Di African waterfall, ketika feeding time, juga kesempatan bagus untuk memotret burung-burung ukuran kecil (yang terbangnya cepet kaya setan) warna-warni. Pastikan saja camera Anda di settingan ISO paling tinggi (yang bisa diset dengan minimum noise) karena lingkungan di sini cukup gelap dan lensa Anda cukup tele, cukup cepat, dan cukup mahal. *Nangis di bawah air terjun
  • - Suka foto burung narsis
Saya bilang narsis karena hobi mereka pose diam seolah memberi kesempatan kita untuk mengabadikannya. Maka pastikan mampir ke Lory Loft. Di sini, selain bisa memberi makan burung warna-warni dari tangan kita sendiri, juga kesempatan bagus untuk berlama-lama mengabadikan pose mereka. Tips, usahakan ke sini sore setelah pukul 16.00 atau sebelum jam 10 pagi sekalian. Jam nanggung hanya akan membuat Anda depresi karena dicuekin burung. (Dikira enak ngejar-ngejar burung?)

Tips tambahan jika tujuan Anda ke JBP (atau kemana saja) adalah untuk 2 hal di atas. Leave your date at home, Buddy! Kecuali gebetan Anda juga punya interest dan tujuan hidup yang sama tentang fotografi. Jika tidak, yah tidak lucu kalau di sana nantinya ada pertanyaan "Kamu pilih burung itu atau aku??" kan?.
  • - Suka foto orang
Berbeda dengan 2 tujuan sebelumnya, silakan bawa teman atau gebetan Anda ke sini. Disarankan untuk membawa teman atau gebetan Anda yang paling narsis (lo kira ada berapa itu gebetan??). Tempat untuk dituju lebih fleksibel untuk yang satu ini, selama burungnya cukup bisa bekerja sama. Well, sebetulnya si bisa di mana saja, toh untuk orang narsis, plang nama Bird Park di gerbang utama saja sudah cukup kan? *berkelit dari lemparan sendal
Lory Loft adalah tempat yang paling rekomended untuk memuaskan nafsu narsis model Anda. Kemudian juga semua show, karena di tiap akhir show ada session untuk foto dengan pendukung acara (jadi kalau tidak mungkin mengikuti semua show, ya setidaknya pastikan datang di akhir show saja lah...)
  • - Suka foto diri sendiri
Jangan lupa ajak teman yang suka moto, lebih spesifik, suka motoin Anda. #TipsSesat

Apa lagi ya? Kayanya itu saja deh. Tidak menutup kemungkinan untuk diupdate kalau saya ingat sesuatu. Informasi lebih lengkap tanpa sesat dari Jurong Bird Park bisa didapatkan di sini. Berikut adalah beberapa oleh-oleh hangat hasil jepretan di JBP Minggu lalu. Selengkapnya bisa dilihat di sini.












0 Responses

Thanks for leaving comment..