Tioman, The Easiest Weekend Escape


               Pernah mendengar pulau bernama Tioman sebelumnya? Kalau belum, Anda tidak sendiri. Pulau yang berada di timur Malayan Peninsula alias semenanjung Malaysia ini memang tidak popular bagi seorang Indonesia. Wajar lah, kita punya pulau-pulau yang jauh lebih banyak dan jauh lebih cantik. Kalau saya akhirnya memilih pulau ini sebagai tempat melarikan diri di akhir pekan, itu tidak lain karena letaknya yang relatif cukup dekat dengan Singapore dan akses perjalanan darat yang relatif mudah dan murah, memungkinkan saya tidak perlu memesan tiket jauh-jauh hari.
              Tioman sendiri sebetulnya masuk dalam wilayah administrasi negara bagian Pahang, Malaysia. Tapi dari Singapore, gerbang masuk paling dekat adalah melalui Mersing, negara bagian Johor. Gerbang masuk yang lain berada di Tj. Gemok yang berada lebih ke utara. Berjarak kurang lebih 57 kilometer dari Mersing, perjalanan dengan ferry ke Tioman bisa ditempuh dalam 2 jam, tergantung kampong (desa) tujuan. Bluewater adalah salah satu ferry yang melayani rute Mersing – Tioman. Ada beberapa kali jadwal keberangkatan baik dari Mersing maupun Tioman dalam sehari. Jadwal ini sendiri tidak tetap karena bergantung pada pasang surut air laut. Jadi, ada baiknya sebelum berangkat pastikan dulu jadwal keberangkatan ferry pada hari itu. Tiket bisa didapatkan di jetty maupun di beberapa travel agent di sekitar jetty. Untuk wisatawan, diharuskan membeli tiket pulang pergi seharga RMY 70. Setelah itu perlu memberitahukan jadwal kepulangan. Meskipun jika mempertimbangkan untuk tinggal sampai waktu yang belum ditentukan, hal tersebut bisa dinegosiasikan.
               Jetty atau pelabuhan ferry berada cukup jauh dari terminal maupun jalur bis antar negara bagian. Jika naik bis tujuan Mersing, bisa minta ke sopir untuk mengantar kita ke jetty, dengan biaya tambahan. Tapi kalau bis antar negara bagian, biasanya akan diturunkan di pertigaan setelah gas station. Dari sana tinggal berjalan ke arah KFC, kemudian ambil jalan lurus. Jetty ada di akhir jalan sebelah kanan, tidak sampai 1 km. 
              Dari Larkin terminal di Johor Bahru, ada banyak bis yang mengarah ke Mersing. Tiket bis bisa dibeli di loket-loket yang banyak bertebaran di terminal dengan tarif RMY 11.50. Saya pribadi lebih menyarankan untuk mengambil bis langsung ke Mersing, bukan bis antar negara bagian. Karena bis antar negara bagian sering kali menyempatkan diri mampir ke rumah makan, yang bearti akan menambah waktu perjalanan. Catatan terakhir 156 km jarak Larkin – Mersing bisa ditempuh dalam waktu 1 jam 30 menit dengan bis yang cukup nyaman. Bahkan dalam perjalanan terakhir, bis Causeway Link yang saya naiki hanya diisi oleh kurang dari 10 penumpang, termasuk saya dan 3 orang teman. Sedangkan dari Singapore ke Larkin banyak pilihan bisa diambil antara lain dengan bis SBS Transit 170 atau Causeway  Link baik dari Queen Street Terminal maupun Kranji MRT Station.

Kampong Pilihan
              Ketika membeli tiket, kita harus mencatatkan nama dan kampong tujuan, karena ferry akan menurunkan kita di desa tujuan. Ferry akan merapat di semua desa yang dituju oleh menumpang kecuali desa Juara yang terletak di sebelah timur pulau. Beberapa desa yang cukup populer sebagai tujuan wisatawan adalah, berurutan dari selatan, Mukut, Genting, Tekek, Air Batang (ABC), Panuba, dan Salang. Yang saya sebutkan terakhir merupakan desa tujuan terfavorit dari beberapa sumber yang saya baca. Sedangkan Tekek merupakan daerah administratif Tioman. Desa ini cukup ramai dan terfasilitasi dengan baik, mengingat bandara udara Tioman juga terletak di desa ini. Sedangkan Juara adalah desa yang paling sepi mengingat letaknya yang tidak dilewati ferry dari Mersing. Untuk mencapai tempat ini, selain dengan trekking menembus hutan, juga tersedia mobil penggerak 4 roda (4WD) yang biasa menawarkan  jasanya dengan RMY 30 sekali jalan per orang.  

Things to do
               Seperti island trip lain-lainnya, aktifitas yang bisa kita lakukan di Tioman tidak jauh dari air. Mulai dari sun bathing, berenang, snorkeling, sampai menyelam. Khusus untuk aktifitas terakhir saya belum punya pengalaman di sana. Jika tertarik untuk snorkeling, tidak perlu khawatir tidak punya alatnya. Karena di Tioman banyak terdapat penyewaan snorkel, mask sampai fin. Harga rata-rata RMY 15 per paket per hari. Atau jika tertarik canoeing di seputaran pantai, ada juga canoe yang bisa dipinjam dengan RMY 15 per jam. 


              Terumbu karang di daerah ini, bahkan di Salang yang merupakan tempat paling populer untuk snorkeling, tidak bisa dibilang bagus. Tidak banyak karang yang masih hidup. Kalaupun ada sepertinya karang di sini banyak mengalami coral bleaching, terlihat dari warna-warnanya yang kebanyakan kelabu kusam dan pudar. 
              Selain berbasah-basah, aktifitas lain yang bisa dilakukan adalah trekking melintasi hutan. Ada beberapa jalur trekking populer di Tioman. Salah satunya yang pernah saya lintasi adalah jalur dari desa Juara ke Tekek. Rute sejauh 7 km ini bisa ditempuh dalam 2.5 jam tergantung kemampuan mengingat rute ini didominasi tanjakan. Bahkan ada satu poin di mana kita harus melompati, atau memanjat lebih tepatnya, pohon tumbang yang cukup besar. Jalurnya sendiri tidak terlalu sulit untuk dilewati. Sebagai gambaran ketika saya melintasi rute ini, yang mana sehari sebelumnya Tioman diguyur hujan sangat deras semalam suntuk. Tapi jalur di dalam hutan sendiri masih nyaman untuk ditapak. Ditambah lagi kebanyakan tanjakan sudah berupa tangga beton. Sepanjang jalur trekking sendiri, karena benar-benar di dalam hutan, tidak ada petunjuk jalan. Satu-satunya yang bisa dijadikan pedoman hanyalah power line atau kabel listrik yang membentang dari Juara ke Tekek. Jadi saran saya sering-seringlah mendongak ke atas. 

Sleep and Eat
               Hal lain yang  bisa dilakukan di pulau kecil ini adalah tidur, bersantai dan bermalas-malasan. Baik itu di kamar maupun di pinggir-pinggir pantai. Hammock yang tergantung di depan hampir setiap penginapan menambah kenyamanan. Penginapan di pulau ini terbilang cukup sangat banyak. Jadi, kalau tidak termasuk pick season, tidak perlu pemesanan di muka. Harga kamar bervariasi, tergantung dari fasilitas dan kondisi penginapan tentunya. Mulai dari RMY 40 per kamar per malam untuk berdua sampai RMY 700 per malam untuk kelas Berjaya Tioman Resort. Kebanyakan penginapan di sana berbentuk chalet atau bungalow per kamar. Untuk mendapatkan kamar yang cukup relatif layak bagiu kebanyakan orang, berAC, kamar mandi dalam dan bonus halaman kamar langsung ke pantai, seperti yang terakhir kali saya tempati, cukup dengan merogoh kocek sebesar RMY 55 per orang permalam.
              Untuk kebutuhan makan, di Tioman memang relatif mahal dibanding dengan wilayah Malaysia yang lain. Hal yang wajar seperti halnya semua pulau di mana semua keperluan bahan makanan pokok disuplai dari pulau utama. Saya kurang memperhatikan berapa persisnya pengeluaran untuk sekali makan, tapi rata-rata sekitar RMY 10 - 15 lengkap dengan minum. Hampir setiap penginapan di Tioman mempunyai rumah makan. Jadi tinggal pilih, mau murah di warung-warung biasa, atau mempersiapkan dompet lebih tebal dengan makan di restoran. 

              Secara keseluruhan, tempat ini cukup saya rekomendasikan sebagai agenda menghabiskan akhir pekan jika dalam keseharian, Anda terjebak di Singapore. Satu hal lagi yang terlupa, sebelum menyeberang siapkan uang tunai yang cukup, karena tidak ada satu pun mesin ATM di pulau ini. 
              Bon voyage ....
4 Responses
  1. dian Says:

    nice info sist.....


  2. QueeNerva Says:

    Semoga berguna Di.. :)


  3. Anonymous Says:

    apikkkkkk... ngilerrrrrrrrrrrrrrrrrr


  4. QueeNerva Says:

    Pethuk..ra sah dibandingke Derawan Kang.. LOL


Thanks for leaving comment..