|
Pagi belum lagi sempurna kala telinga saya menangkap suara jeritan alarm HP yang memang sengaja saya set ke jam 4 pagi. Seperti biasa, dengan sekali sapuan jari, berhentilah suara yang mengganggu mimpi saya itu, dan kembali terlelap. Jujur, saya bukan manusia pagi. Tapi ketika teringat agenda kami hari itu, dengan terhuyung-huyung saya menyeret tubuh saya ke kamar mandi. Saya dan teman saya hari itu memang merencanakan untuk mengunjungi salah satu gunung tertinggi di pulau Kalimantan. Dan agar bisa sampai di kaki gunung yang berjarak 80 km dari tempat saya menginap malam itu, tepat waktu, mobil yang menjemput kami akan datang pukul 5 pagi.
Untungnya penginapan ini menyediakan kamar mandi, yang meskipun terletak di luar kamar, lengkap dengan pemanas. Saya malas membayangkan menggigil mandi air dingin di pagi buta seperti ini. Setelah melakukan formalitas mandi sekadarnya saya segera masuk kamar dan kembali bergelung di dalam selimut.
Rasanya baru saja saya kembali menutup mata, ketika mendengar suara teman saya memanggil, "Na, bangun. Mandi..dah hampir jam setengah 5 tu."
Setengah hati saya membuka setengah kelopak mata saya. "Udah kelar mandi dari tadi".
"Oh, oke..aku mandi dulu ya.."
"Hmm.." gumam saya dan kembali memejamkan mata.
Baru dua detik dari suara ceklikantanda pintu tertutup, tiba-tiba pintu kembali terbuka dan terdengar suara teman saya lagi "Eh, pintu ga aku kunci lho ya.."
"Iya.." jawab saya antara sadar dan tidak, dan kembali terlelap.
Entah berapa lama kemudian tepatnya saya tidak tahu, ketika tiba-tiba teman saya menyerbu masuk kamar, menutup pintu dan mulai berteriak histeris.
"Naaaa….tetangga kamar kita cakepppp bangeettttt.."
Saya yang otaknya masih berkabut karena kantuk dan terbangun mendadak, membutuhkan waktu cukup lama untuk mencerna apa gerangan yang membuat teman saya tiba-tiba histeris seperti itu. Dan ketika sadar bahwa alasan keributan ini hanya karena cowok cakep di kamar sebelah, saya segera kembali menghempaskan tubuh ke kasur sambil mengomel panjang pendek ke teman saya, "Doh..sekali lagi aku kebangun dapet gelas cantik kamu."
Saya bukannya tidak tertarik dengan cowok cakep. Tapi kombinasi pagi buta, udara dingin, kasur dan kantuk yang luar biasa jauh lebih mempunyai efek di otak saya daripada cowok yang-menurut-teman-saya cakep.
Dan kembalilah saya melayang dalam mimpi, hingga entah berapa menit kemudian, tiba-tiba saya kembali terbangun. Kali ini oleh suara gedoran di pintu yang cukup keras. Hampir-hampir tidak habis pikir mengapa nasib tidur saya begitu sial pagi itu.
"Ga dikunci …" gumam saya putus asa.
Bukannya mereda, gedoran itu semakin keras. Sambil memicingkan mata yang pedih dan kepala pusing karena berkali-kali terbangun mendadak, saya turun dari ranjang dan membuka pintu.
"Ap.." belum lagi genap satu patah kata keluar dari bibir saya ketika saya lihat makhluk yang berdiri tepat di depan pintu di hadapan saya. Dan segera saya kehilangan kata-kata saya selanjutnya. Di hadapan saya berdiri sesosok cowok yang entah berwarganegara apa tapi yang jelas satu kata dari saya untuk menggambarkannya, indah sekali. OK, dua kata.
"Mobil kita sudah datang", ucapnya.
"Hah?" kali ini bukan karena kantuk yang membuat saya tidak segera memahami apa yang dikatakan makhluk indah di hadapan saya. Tapi lebih ke kombinasi takjub dan memang saya tidak mengerti apa maksud kata-katanya tadi.
"Akan ke gunung kan? Mobil jemputan kita sudah datang. Ada di depan."
"Oh, iya. Oke. Sebentar lagi." Akhirnya saya menemukan kembali suara dan otak saya. Segera setelah dia berlalu dari hadapan, saya menutup pintu dan duduk di tepi tempat tidur merenungi keindahan yang baru saja terjatuh di hadapan saya. "Waaawww…" ucap saya akhirnya karena tidak mampu menemukan kata-kata yang tepat dari perenungan saya.
Tak berapa lama kemudian, pintu kamar terbuka dan teman saya yang baru selesai mandi masuk ke kamar. Sontak saya menemukan kata-kata yang tepat dan berteriak histeris "Dy……cowok tadi caaaakeeepppp bangeeettttt….."
Teman saya memutar mata dan berkata, "Told ya.."
Epilog
Menulis ini 6 bulan setelahnya, membuat saya teringat joke tentang cara-cara menggoda cewek yang beredar di internet. Iseng-iseng saya modif sedikit, biar cocok untuk makhluk indah nun jauh di timur sana. J
Saya : "Melihatmu aku jadi sadar satu hal"
MI : "Apa?"
Saya : "Ternyata kalau bidadara tak bersayap akan jatuh dari khayangan. Sakit tak masa jatuh?"
**********
Note: Ditulis atas permintaan seorang teman untuk mengabadikan potongan kenangan di utara Kalimantan.
no picture is HOAX ..
hehehehehehe .. :D
+clingak clinguk cari foto si MI+
Itu dia Zou..saya terlalu pemalu untuk minta fotonya di pertemuan berikutnya.. :">
Tapi percayalah..cakep.. Kalo enggak mana mungkin aku bela2in ke sana lagi minggu kemarin kwkwkwkw...
(bilang aja mo ngambil EzLink Naaaa!!)
btw, Ezlink nya ketemu ??
+mbok ngga ketemu, biar kapan2 masih mau nyari lagi, terus ajak2 aku, gimanaaa ? ide bagus kan ?+
Iya ketemu.. 50dollar saya :D
Klo mo ngajak ke sana ya mbok ndak usah malu2...aku bersedia diculik ke sana kok..apalagi klo dibayarin naik gunungnya :D