|
Perempuan di depanku tampak gelisah. Sesekali desis keluar dari bibir yang merah. Juga sergah tangan yang tak jarang mengibas anak rambut yang jatuh terlalu dekat ke mata cantiknya. Tiga empat titik keringat perlahan muncul di ujung hidung dan dahinya.
"Kalau kepedesan, mbok ya sudah.. ndak usah di makan lagi.." kataku sambil menyecap es jus tape yang aku pesan.
"Pedhess.....sshhtt..tapi.." jeda sebentar karena sekali lagi rambut nakal itu menggoda lentik bulu matanya "eenakk ni.."
Aku hanya tertawa. "Ni minum dulu.." tawarku.
"Sik..nanggung. Nanti tambah pedes kalau minum es gitu" tolaknya sambil memonyongkan bibir yang merona kilap kuah mie ayam. Tak jarang lidahnya tampak menyapu sudut bibir sementara dia mengambil jeda mengatur nafas. Titik-titik tadi mulai bergabung mengalir menyusuri pipi, jatuh di leher jenjangnya. Menggoda.
"Tissue ni..Sampai keringetan gitu". Dan biar hanya Tuhan dan setan yang tahu betapa aku ingin menyentuh sendiri bibir itu dan menggantikan tetes keringat yang membelai pipimu. "Damn..bawa-bawa Tuhan segala" umpatku lirih.
"Kenapa kamu?" rupanya dia dengar juga.
"Ga papa. Dah selesai? Cabut?"
"Heeh." Disambarnya gelas yang tadinya berisi es teh itu. Seperti aku duga, segera sebongkah kecil es batu berpindah ke mulutnya. Kebiasaan mengulum es batu yang, entah bagaimana, aku selalu suka cara dia melakukannya.
"Ngelamun. Ayoo.."
Aku kembali tersadar dari keterpukauanku ketika tangan halus itu menggenggam tanganku dan menariknya. Segera aku jajari langkahnya, sambil meremas tangannya perlahan, menuju parkiran. Sesekali aku mencuri-curi pandang dari ekor mataku ke siluet hidung mancungnya dan tirai rambut yang disirami sinar matahari senja ini. Rasanya aku bersedia nilai 3 SKS semester terakhirku yang aku ambil E semua asal waktu bisa berhenti seperti ini ketika aku dan dia berdua dalam bias jingga senja. Walah, mulai nggombal. Meski tak urung gombalan bodoh dalam otakku tadi melengkungkan senyum juga di bibirku.
"Lintang Prameshwari...!!! Ngelamun lagi ya? Pake senyam-senyum gitu. Kita udah 2 kali ya muterin ini parkiran. Motormu diparkir di mana siii???"
"Kalau kepedesan, mbok ya sudah.. ndak usah di makan lagi.." kataku sambil menyecap es jus tape yang aku pesan.
"Pedhess.....sshhtt..tapi.." jeda sebentar karena sekali lagi rambut nakal itu menggoda lentik bulu matanya "eenakk ni.."
Aku hanya tertawa. "Ni minum dulu.." tawarku.
"Sik..nanggung. Nanti tambah pedes kalau minum es gitu" tolaknya sambil memonyongkan bibir yang merona kilap kuah mie ayam. Tak jarang lidahnya tampak menyapu sudut bibir sementara dia mengambil jeda mengatur nafas. Titik-titik tadi mulai bergabung mengalir menyusuri pipi, jatuh di leher jenjangnya. Menggoda.
"Tissue ni..Sampai keringetan gitu". Dan biar hanya Tuhan dan setan yang tahu betapa aku ingin menyentuh sendiri bibir itu dan menggantikan tetes keringat yang membelai pipimu. "Damn..bawa-bawa Tuhan segala" umpatku lirih.
"Kenapa kamu?" rupanya dia dengar juga.
"Ga papa. Dah selesai? Cabut?"
"Heeh." Disambarnya gelas yang tadinya berisi es teh itu. Seperti aku duga, segera sebongkah kecil es batu berpindah ke mulutnya. Kebiasaan mengulum es batu yang, entah bagaimana, aku selalu suka cara dia melakukannya.
"Ngelamun. Ayoo.."
Aku kembali tersadar dari keterpukauanku ketika tangan halus itu menggenggam tanganku dan menariknya. Segera aku jajari langkahnya, sambil meremas tangannya perlahan, menuju parkiran. Sesekali aku mencuri-curi pandang dari ekor mataku ke siluet hidung mancungnya dan tirai rambut yang disirami sinar matahari senja ini. Rasanya aku bersedia nilai 3 SKS semester terakhirku yang aku ambil E semua asal waktu bisa berhenti seperti ini ketika aku dan dia berdua dalam bias jingga senja. Walah, mulai nggombal. Meski tak urung gombalan bodoh dalam otakku tadi melengkungkan senyum juga di bibirku.
"Lintang Prameshwari...!!! Ngelamun lagi ya? Pake senyam-senyum gitu. Kita udah 2 kali ya muterin ini parkiran. Motormu diparkir di mana siii???"
Lanjutin bu,,,,
Aku penasaran sama kelanjutan stori ini....:)
Baguuusss....!!
Aduh Mba Pen...ini fiksi mini..moso bersambung..ntar dikira sinetron :D
"aku" ini cowo atw cewe ya?
@Wen: wah..ga kebaca ya klo yang baris terakhir itu nama cewek? Hmm..harus menciptakan nama baru yang lebih cewek ni..
hmmm... kok pengen cemburu ya Na... =((
@Beibz: Would you be jealous with your own shadow?