|
Oxymoron memang kalau saya bilang saya
lebih suka nature ketimbang belantara kota. Sedangkan keseharian saya tidak
jauh dari beton-beton pencakar langit. Untungnya, kota kecil tempat saya
mencari sebutir oat dan sesuap berlian ini cukup mengakomodir kecintaan
terhadap alam bebas. Bukan sebebas-bebasnya alam seperti di negara saya
tercinta tentu saja. Tapi untuk ukuran negara pulau dengan luas wilayah jauh
lebih kecil daripada kabupaten asal saya, merelakan sebagian wilayah untuk
ruang terbuka hijau tentu sangat bearti.
Hampir semua distrik di negara ini
mempunyai taman kota. Mulai dari yang kecil di tiap-tiap block, sampai ke
ukuran hektar. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa Singapore masih menyisakan
hutan seluas hampir 3000 hektar yang terletak di Central Catchment Nature
Reserved. Beneran hutan dengan banyak flora dan fauna? Ya dan tidak. Kalau
mengharap harimau Sumatra atau orangutan di sini ya jelas tidak mungkin. Tapi
hutan ini merupakan habitat dari ratusan monyet, burung, tupai, ular dan
ratusan species lainnya. Hidup harmonis berdampingan dengan
makhluk-berkaki-dua-berjalan-tegak-bernama-manusia yang tinggal stone away dari
mereka.
Fungsi utama dari kawasan hijau tadi tentu
saja untuk daerah resapan air yang kemudian ditampung ke empat reservoir utama
pulau ini, MacRitchie, Upper Seletar, Upper Peirce dan Lower Peirce. Selain itu, tempat ini juga merupakan semacam
oase kecil akan kecintaan pada alam bagi penduduk di sini. Di tiap-tiap
reservoir terdapat taman yang cukup besar lengkap sarana bermain untuk
keluarga, tempat makan, toilet dan tentu saja jogging track. Khusus untuk
fasilitas yang terakhir, saya bisa bilang MacRitchie merupakan reservoir dengan
jogging track paling panjang.
Walaupun sebetulnya jogging di sini bisa dilakukan di mana saja mengingat pedestrian yang sangat dimanjakan, tapi jogging dengan diiringi kicauan burung, gemericik air dan riuh suara monyet tentu lebih seru dibandingkan dengan deru suara mobil. Maka tidak heran, hampir tiap akhir pekan, jam berapa saja, MacRithie selalu dipenuhi oleh para jogger dari segala usia. Jadi jika Anda merencanakan berkunjung ke Singapore, atau sudah tinggal di Singapore dan jenuh dengan segala yang berbau kota, tidak ada salahnya bertandang MacRithie. Baik itu untuk jogging, trecking, nature photography, atau sekadar melihat-lihat bagaimana usaha sebuah negara dengan kekayaan alam yang hampir nihil, mempertahankan apa yang mereka punya.
Khusus untuk yang tertarik ke sana dengan tujuan jogging atau tracking, berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan:
Walaupun sebetulnya jogging di sini bisa dilakukan di mana saja mengingat pedestrian yang sangat dimanjakan, tapi jogging dengan diiringi kicauan burung, gemericik air dan riuh suara monyet tentu lebih seru dibandingkan dengan deru suara mobil. Maka tidak heran, hampir tiap akhir pekan, jam berapa saja, MacRithie selalu dipenuhi oleh para jogger dari segala usia. Jadi jika Anda merencanakan berkunjung ke Singapore, atau sudah tinggal di Singapore dan jenuh dengan segala yang berbau kota, tidak ada salahnya bertandang MacRithie. Baik itu untuk jogging, trecking, nature photography, atau sekadar melihat-lihat bagaimana usaha sebuah negara dengan kekayaan alam yang hampir nihil, mempertahankan apa yang mereka punya.
Khusus untuk yang tertarik ke sana dengan tujuan jogging atau tracking, berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan:
1. Rute
MacRitchie track merupakan continues loop
track yang mengitari reservoir plus beberapa hektar hutan di sekelilingnya, dengan
start/finish di MacRitchie Reservoir park. Ada beberapa rute yang bisa dipilih,
mulai dari yang paling ringan 3 km sampai heavy track 11 km.
Jika memutuskan untuk mengambil rute paling panjang, pertimbangkan juga no return point. Meskipun ini bukan jalan searah, jadi selalu masih bisa puter balik kalau memang sudah tidak bisa meneruskan, tapi ada titik di mana puter balik itu sama jauhnya atau bahkan lebih jauh daripada melanjutkan. Kalau saya bilang, no return point itu pas di Jelutong Tower. Baik dengan rute searah jarum jam maupun berlawanan arah dengan jarum jam, kalau sudah sampai di Jelutong Tower, ya terima nasib aja lah, karena bearti perjalanan Anda memang harus berlanjut setidaknya 5.5 km lagi.
Jika memutuskan untuk mengambil rute paling panjang, pertimbangkan juga no return point. Meskipun ini bukan jalan searah, jadi selalu masih bisa puter balik kalau memang sudah tidak bisa meneruskan, tapi ada titik di mana puter balik itu sama jauhnya atau bahkan lebih jauh daripada melanjutkan. Kalau saya bilang, no return point itu pas di Jelutong Tower. Baik dengan rute searah jarum jam maupun berlawanan arah dengan jarum jam, kalau sudah sampai di Jelutong Tower, ya terima nasib aja lah, karena bearti perjalanan Anda memang harus berlanjut setidaknya 5.5 km lagi.
2. Waktu
Khusus untuk kunjungan ke Tree Top Walk,
usahakan sampai di ranger station sebelum pukul 4.30 sore. Karena jembatan
gantung ini tutup di jam 4.45 PM. Perhitungkan waktu perjalanan untuk sekitar 6
km (trek clockwise) atau 5 km (trek counterclockwise). Tapi kalau tujuannya
hanya untuk jogging tanpa melewati tree top, bisa jam berapa saja.
Meskipun begitu, pertimbangkan juga tingkat
pencahayaan selama dalam perjalanan. Lebih dari 80% trek adalah jalur dengan
canopy yang cukup rapat. Pengalaman saya kemarin, memulai jogging pukul 5.45
sore (catatan: matahari tenggelam pukul 7.05), saya menghabiskan sebagian besar
trek dalam gelap. Dan kalau Anda tipe orang yang takut gelap, percayalah, hutan
ketika beranjak Magrib atau sebelum matahari terbit bukan tempat yang
menyenangkan untuk dilewati sendirian.
3. Barang Bawaan
a.
Baju ganti
Jogging dengan menggendong ransel isi baju ganti? Tentu tidak
nyaman. Nah, di MacRitchie Reservoir Park, ada locker otomatis yang bisa
digunakan. Ga gratis tentu saja.
Ada 2 ukuran locker yang bisa dipilih. Saran saya, usahakan bawa
ransel atau bag yang kecil saja, karena harga sewa locker yang besar lebih
mahal.
b.
Toiletries
Setelah jogging tidak perlu kuatir dengan badan penuh keringat
lengket. Setahun belakangan ini MacRitchie meningkatkan fasilitas dengan
menambahkan shower room. Airnya kenceng by
the way. Tapi tentu saja, hanya menyediakan shower, bukan perlengkapan
mandi. Jadi jangan lupa membawa sabun, shampoo dan perlengkapan mandi lainnya
jika berniat membersihkan diri sebelum pulang.
c.
Botol air minum
Kalau tidak mau repot dan berat-berat membawa air minum dari
rumah, bawa saja botol kosong. Karena di MacRitchie terdapat beberapa drinking
water fountain.
d. Koin
Koin di sini maksudnya bukan untuk beli makanan atau minuman, tapi
untuk menyewa locker kalau diperlukan. Locker-locker ini hanya bisa menerima
koin 1 dollar, tergantung ukuran. Untuk yang kecil cukup 1 dollar, sedangkan
yang besar perlu 2x1 dollar.
4. Maintain your phase and watch your step
Nah, tantangan terbesar di
MacRitchie adalah untuk menyelesaikan trek tersebut apapun yang terjadi. Karena
tidak mungkin untuk pesan taksi di tengah jalan, atau mengambil jalan pintas. Untuk
itu, usahakan menjaga phase berlari pada tingkat yang nyaman. Jangan misal karena
jogging dengan teman, lantas berusaha untuk mengimbangi lari di luar kemampuan.
Jadi menurut saya si, mending jogging non-stop dengan phase sedang. Apalagi kalau
memang tujuannya untuk fat burning, maintain saja detak jantung pada 65% heart
rate maksimal, yang bearti joggingnya santai saja.
Meskipun
trek di MacRitchie tertata dengan baik, bahkan di beberapa tempat sering kali
saya menemui bekas orang menyapu, tetap saja ini adalah alam terbuka. Beberapa ruas
trek memang berupa tanah datar, tapi lebih banyak yang lain adalah trek makadam.
Maksudnya, jalannya diberi batu-batu gitu, dengan tujuan biar tidak becek. Nah,
di trek semacam ini, apalagi ditambah otot yang mulai capek, sangat mungkin
untuk terkilir. Jadi perhatikan benar-benar di mana kaki menapak. Karena terkilir
di tengah hutan, apalagi kalau sedang jogging sendirian, tanpa membawa HP, well…
let’s knock the wood.
5.
Hydrate yourself
Mari ingat
bahwa negara ini adalah negara tropis. Panas dan lembab Jendral. Pengalaman baik
jogging maupun trekking di sini cukup membuat dehidrasi. Jadi usahakan tidak
lupa membawa tempat air ke sini. Tidak perlu yang besar, cukup untuk setidaknya
setengah perjalanan saja, karena di tengah jalan, tepatnya di Ranger Station, akan
ada drinking water fountain. Jadi bisalah refill di sana nanti. Asal jangan
keenakan karena ketemu air setelah berkeringat, terus kalap. Meneruskan jogging
dengan perut penuh air itu bukan hal yang menyenangkan. Percayalah.
6.
Mind your own business and respect others
Keep in your
mind, MacRitchie adalah wild nature. We’re, human, not belong to be there. Sepanjang
trek, akan sangat banyak penghuni asli wilayah ini yang bisa kita temui. Monyet
ekor panjang, biawak dan tupai adalah beberapa dari banyak spesies yang paling
sering saya temui di sana. Kita toh cuma mau numpang lewat, ya lewat saja lah. Memberi
makan atau menggangu mereka adalah big no-no di sini. Mereka sudah membagi sedikit
wilayah mereka untuk kita, so respect it.
Well, kayanya itu saja. Kalau ada yang mau menambahkan, monggo…
Btw, untuk dua orang cowok yang berpapasan dengan saya di
kilometer 8 dan 9 Sabtu petang menjelang magrib dua minggu yang lalu, “Hi guys,
wangi kalian enak, pake cologne apa si?”
****


hahaha, yakin tu bau cologne-nya mereka..jangan-jangan.. *mengingat latar waktunya jelang malam.. :D
bu... anak2 CS pd mau ke pulau Ubin besok pagi. ikut?
*gak telat kasih info kan... hehehe...
Btw, untuk dua orang cowok yang berpapasan dengan saya di kilometer 8 dan 9 Sabtu petang menjelang magrib dua minggu yang lalu, “Hi guys, wangi kalian enak, pake cologne apa si?” <- kuwi aku mbak!! Hahahaha..
Bee....
Jadi gitu..ketemuan ga nyapa..
Suka banget sama postingan ini! Dari dlu memang pengen ngerasain lari di Sin. Mudah2an tahun ini bisa kesampean. Hup!
@Sam: Ditunggu... Bisa lari bareng ntar. :D