Have You Donated Your Platelet This Month?


Saya yang sedang asyik menonton aksi Angelina Jolie di monitor di depan saya tiba-tiba merasa tekanan di lengan mengendur dan kemudian hilang sama sekali. Segera saya menoleh ke kiri, mesin di sebelah saya yang tadinya berdengung tidak lagi menampakkan aktifitasnya. Lampu LED hijau, yang berada di sisi mesin, yang tadinya menyala menenangkan itu juga padam. Sejenak, kepanikan menyelimuti saya. Mesinnya mati? Haruskah saya memanggil petugas medis yang tampak sibuk itu? Untungnya, tepat sebelum saya mengangkat tangan kiri saya untuk meminta perhatian, mesin kembali hidup dan berputar . Begitu juga dengan lampu LED keempat yang sekarang berpijar oranye, tepat seperti yang dijelaskan sebelum jarum itu mengalirkan darah dari lengan kanan saya.

Sebetulnya semua proses tadi berawal dari rasa ingin tahu kami, saya dan beberapa teman, tentang salah satu ruangan di Health Science Authority (HSA), tempat yang kami kunjungi hampir setiap 12 minggu sekali sejak 2 tahun terakhir. Dinding kaca yang memisahkan ruangan itu dari ruang tunggu menyajikan pemandangan yang tidak terhalang ke dalam. Tampak di salah satu sudut seperangkat sofa yang nyaman dan sebuah vending machine. Di dalam, jajaran donation bed meskipun tampak serupa dengan yang biasa kami gunakan namun ada sebuah layar monitor kecil di depannya. Ruangan itu bernama Apheresis Donation Lounge.
Karena penasaran, mulailah kami mencari-cari apa dan bagaimana apheresis donation ini. Dan mengapa sepertinya orang yang donor di ruangan itu tidak keluar secepat donor di ruangan whole blood. Setelah browsing sana-sini, mengambil kesimpulan sana-sini, dan didukung oleh motivasi yang tidak sepantasnya saya beberkan di sini, akhirnya minggu lalu saya mewakili 4 teman lain menelepon ke HSA untuk membuat appointment. Sayangnya, keterbatasan slot untuk appointment tidak memungkinkan untuk 5 orang sekaligus (walaupun akhirnya hanya 3 dari kami yang memenuhi syarat) dan mengharuskan kami melakukan walk in donation, yang artinya kemungkinan besar kami akan menghabiskan waktu cukup lama untuk menunggu giliran.

Apheresis Donation: Apa lagi itu?
Saya juga baru mendengar istilah apheresis donation ketika saya mulai menjadi pengunjung tetap HSA. Jadi meskipun saya juga melakukan donor darah di Indonesia, saya tidak tahu apakah ada prosedur yang sama di sana.
Apheresis, atau disebut juga aphaeresis, aphæresis berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berarti dihilangkan adalah sebuah teknologi medis di mana darah donor atau pasien dialirkan melalui pemisah yang akan memisahkan komponen tertentu dan mengalirkan kembali komponen yang lain. Ada beberapa cara yang berbeda dalam apheresis, tergantung dari komponen apa yang akan dihilangkan/diambil, proses apheresis. Jika ingin memisahkan komponen berdasarkan kerapatan massa, maka metode centrifugation adalah cara umum yang digunakan.
Sedangkan apheresis donation adalah proses pengambilan komponen tertentu saja dari darah donor. Pada umumnya yang diambil adalah platelet dan plasma. Jadi tidak seperti donor darah pada umumnya yang mengambil semua komponen darah, di apheresis donation, komponen darah yang tidak terpakai (sel darah merah dan putih) akan dikembalikan ke tubuh donor.
Mungkin terdengar sedikit lebih mengerikan, tapi percayalah, tidak ada bedanya dengan donor biasa. Kita hanya perlu sit, relax dan membiarkan mesin bekerja. Yang membedakan hanyalah, waktu yang diperlukan untuk donation ini sekitar 1-1.5 jam, tergantung berapa circle yang diperlukan. Jauh berbeda dengan whole blood donation process yang hanya memakan waktu 3-15 menit.
Seperti saya bilang diawal, donor apheresis sendiri terbagi menjadi 2, Plateletpheresis dan Plasmapheresis. Apa itu platelet dan plasma?

Platelet(pheresis)
Platelet, atau saya lebih mengenalnya sebagai trombosit, adalah komponen darah yang berguna dalam proses pembekuan darah. Kekurangan komponen ini akan mengakibatkan pendarahan yang sulit dihentikan. Namun jika jumlah platelet dalam darah terlalu tinggi dapat menyebabkan terbentuknya cloat di pembuluh darah yang pada akhirnya mengakibatkan stroke, serangan jantung, penyumbatan paru-paru atau penyumbatan aliran darah ke bagian tubuh yang lain seperti kaki atau tangan. Orang dewasa sehat rata-rata bisa memproduksi 1x1011 platelet setiap harinya dan mempunyai konsentrasi platelet sebanyak 150 – 400 x 109 per liter darah dengan masa hidup sekitar 5-9 hari sebelum didaur oleh hati.
Product dari donor platelet ini biasanya diberikan kepada pasien yang sedang menjalani kanker kemoterapi, AIDS. transplantasi bone marrow atau organ lainnya, dan juga mereka yang baru saja menjalani operasi bedah seperti bypass jantung.




Plasma(pheresis)
Plasma darah adalah komponen darah berupa cairan berwarna kekuningan. Merupakan komponen darah terbesar, 55% dari total volume darah adalah plasma. Tersusun oleh sebagian besar, hampir 93%, air dan mengandung protein, glukosa, sejumlah mineral, hormone dan karbondioksida.
Sama seperti plateletpheresis, plasmapheresis juga menggunakan metode centrifugal., di mana darah dari pendonor akan diambil, dialirkan ke mesin untuk kemudian diputar hingga plasma terpisah dari komponen lain. Masih di Singapore, ketika melakukan donor platelet sebenarnya secara otomatis kita juga melakukan donor plasma, yang tertampung dalam kantong terpisah. Jumlah plasma yang diambil sama dengan platelet yaitu sekitar 300ml.




Seberapa banyak?
Biasanya itu pertanyaan orang ketika diminta donor darah. Saya, yang tidak mempersiapkan diri dengan cukup informasi tentang berapa banyak platelet yang akan diambil, cukup kaget ketika pertama kali melihat bag untuk menampung platelet saya. Itu adalah kantong berukuran 1 liter. Apakah 1 unit donor platelet itu 1 liter? Ternyata tidak. Platelet yang diambil hanya berkisar 300ml, atau kira-kira 3x1011 platelet. Platelet sejumlah itu bisa diperoleh dari 2 liter darah yang mengandung platelet normal sekitar 150 x1011. Tentu saja 2 liter itu tidak diambil sekaligus dari dalam tubuh, melainkan terbagi menjadi beberapa circle.
Volume darah sekitar 8% dari berat tubuh, dengan asumsi bahwa berat donor sekitar 50 kg, which total darah sekitar 4 liter, maka tidak lebih dari 50% platelet yang kita donorkan dalam sekali donor. Jumlah itu akan dengan mudah digantikan oleh tubuh dalam 3 hari. Itu mengapa donor platelet bisa dilakukan tiap 3 – 28 hari sekali, tergantung kebijakan masing-masing negara. Di Singapore sendiri, HSA mensyaratkan jeda 28 hari sebelum kita diperbolehkan melakukan donor lagi.

Bisa jadi donor?
 Selain memenuhi semua persyaratan untuk whole blood donation seperti pernah saya tulis di sini, seorang pendonor aphersis juga diharusnya untuk memiliki pembuluh vein yang cukup kokoh (firm). Hal itu dikarenakan selain karena harus bisa bertahan mensuplai darah secara konstan selama kurang lebih satu jam, vein yang kurang firm dikhawatirkan tidak bisa bertahan ketika proses pengembalian darah dari mesin.
Selain itu tidak ada syarat khusus.

Lost in donation
Pertanyaan mungkin muncul, mengapa dibutuhkan donor untuk komponen darah seperti platelet dan plasma secara terpisah? Bukankah bisa diambil dari whole blood donation?
Satu unit whole blood donation, yang biasanya berkisar antara 250 – 500 ml mengandung relatif cukup kecil kandungan platelet. Untuk mendapatkan 1 unit platelet donor dari whole blood donation product, setara dengan 5-10 bag whole blood. Tentu saja sangat tidak efektif untuk mengambil platelet dari whole blood donation.
Satu hal yang saya kurang jelas, ketika saya membuat appointment dengan HSA, petugas yang menerima telepon saya menanyakan golongan darah. Karena setahu saya mayoritas dari kami, meskipun tidak semua, berdarah O+, maka ketika saya jawab O, petugas tersebut langsung merefer saya untuk melakukan donor platelet, instead of plasma. Sebenarnya masuk akal, karena ketika donor platelet, kami juga donor plasma seperti saya bilang sebelumnya, tapi tetap tidak menjawab pertanyaan, dalam kondisi apa seseorang hanya bisa mendonorkan plasma dan apa hubungannya dengan golongan darah yang ditanyakan sebelumnya.
Bicara tentang apheresis donation seperti ini, membuat saya berfikir, bukankah dengan metode yang sama, kita bisa mendonorkan sel darah merah dan putih secara terpisah juga? However even that’s not wrong, kebanyakan organisasi atau tempat-tempat yang melayani donor darah tidak akan mengambil resiko itu. Karena tubuh manusia membutuhkan jauh lebih banyak waktu untuk membentuk sel darah baru dari pada platelet atau plasma. And it sounds a little bit scary to donate a liter of your blood, count red cell, plasma and platelet all together, doesn’t it?

Source: Wikipedia, private collection pic
0 Responses

Thanks for leaving comment..