|
Bulan yang belum lagi membulat sempurna telah sepenggalah membayang di langit timur senja itu. Dia seperti mendesak saya untuk segera mengakhiri aktifitas snorkeling saya dan berlari ke kamar untuk mengambil kamera.
Sayangnya, seperti biasa, siapalah saya yang bisa mengabadikan senyum genit itu dari balik bias awan. Pun cantik foreground tak mampu mengangkat kemampuan fotografi saya dari titik nadir itu.
Dan saya hanya bisa menatapnya diiringi nyanyian sunyi ombak hingga ia kembali dalam peluk awan yang cemburu.
Sayangnya, seperti biasa, siapalah saya yang bisa mengabadikan senyum genit itu dari balik bias awan. Pun cantik foreground tak mampu mengangkat kemampuan fotografi saya dari titik nadir itu.
Dan saya hanya bisa menatapnya diiringi nyanyian sunyi ombak hingga ia kembali dalam peluk awan yang cemburu.
Thanks for leaving comment..